Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih



photo

PASURUAN, 2 April 2026 – Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan camat, kepala desa (Kades) dan kepala dusun (Kasun) di tiga wilayah kecamatan rawan kekeringan, Kamis (2/4/2026).

Mereka dikumpulkan di Kantor Kecamatan Lumbang untuk berdiskusi seputar langkah antisipatif dalam menghadapi potensi bencana kekeringan serta memastikan seluruh warga tak kesulitan dalam mendapatkan pasokan air bersih.

Pantauan di lokasi, Mas Rusdi – sapaan akrab Bupati Pasuruan ini hadir dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vella Fery; kemudian Kepala Bapperida; Kalaksa BPBD, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.

Menurut Mas Rusdi, Pemerintah Daerah wajib hadir untuk memastikan seluruh masyarakat di tiga kecamatan rawan kekeringan, tetap dapat menikmati air bersih meski wilayahnya sedang dilanda kekeringan. Ketiga wilayah yang dimaksud yakni Kecamatan Lumbang, Winongan dan Pasrepan. 

“Seluruh warga jangan sampai kesulitan air. Meski sekarang masih belum masuk musim kemarau, tapi sudah harus siap-siap,”katanya. 

Di hadapan seluruh undangan, Mas Rusdi menegaskan bahwa pemerintah memiliki strategi jangka pendek sampai jangka panjang dalam penanganan kekeringan. 

Untuk jangka pendek adalah distribusi air bersih rutin ke 13 desa rawan kekeringan, setiap hari. Sedangkan jangka panjang adalah pembangunan semacam tandon permanen yang bisa menampung air bersih saat musim kemarau serta mencari sumber-sumber air terdekat yang potensial untuk dimanfaatkan.

“Kalau jangka pendek sudah pasti dropping air bersih. Kalau jangka panjang lebih pada pencarian sumber-sumber air terdekat, dicari permasalahannya apa, dan sekaligus dibangun tandon besar permanen yang bisa difungsikan ketika kekeringan,” terangnya. 

Dengan diskusi tersebut, Mas Rusdi berharap kerja sama semua pihak untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana kekeringan saat musim kemarau tiba.

“Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Butuh sinergitas dan kolaborasi semua pihak, salah satunya dalam hal penanganan bencana,” harapnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menjelaskan, ketiga belas desa rawan kekeringan terdiri dari 5 desa di Kecamatan Lumbang, yakni Pancur, Banjarimbo, Karangjati, Watulumbung, Bulukandang. Kemudian 6 desa di Kecamatan Pasrepan, yaitu Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon dan Petung; serta 1 desa di wilayah Kecamatan Winongan, yakni Kedungrejo.

“Kalau jumlah penduduk di 13 desa rawan kekeringan mencapai 17 ribu lebih, tapi kalau KK nya sekitar 6 ribuan rumah,” jelasnya.

Get In Touch

Jl Pahlawan No 7, Surabaya

gmail : vnncitra@gmail.com

Follow Us

© ekuitas.co. All Rights Reserved.