Israel Protes Susunan Dewan Eksekutif dalam “Board of Peace” Bentukan Trump
Tel Aviv, Minggu 18 Januari 2026- Pemerintah Israel secara resmi menyatakan keberatan terhadap komposisi panel Dewan Eksekutif Gaza yang baru saja dibentuk di bawah kendali Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden AS Donald Trump
Protes ini muncul hanya sehari setelah Gedung Putih mengumumkan jajaran tokoh yang akan mengawasi pemerintahan pasca-perang di wilayah Palestina tersebut.
Poin utama keberatan Israel terletak pada masuknya Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dan perwakilan dari Qatar ke dalam dewan eksekutif.
Melalui pernyataan resmi pada Sabtu (17/1), kantor PM Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa susunan tersebut tidak dikoordinasikan dengan Israel dan bertentangan dengan kebijakan luar negeri mereka
Netanyahu bahkan telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Israel untuk segera melakukan komunikasi darurat dengan Menlu AS, Marco Rubio.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump yang memposisikan dirinya sebagai ketua badan tersebut, terus mendorong visi kontroversial mengenai pembangunan kembali ekonomi Gaza yang telah hancur total akibat konflik selama dua tahun terakhir
Selain tokoh-tokoh dari AS seperti Marco Rubio, Jared Kushner, dan Steve Witkoff, Trump juga mengajak pemimpin dari Mesir, Turki, Argentina, hingga Kanada untuk bergabung dalam koalisi internasional ini.
Kritik tajam juga datang dari sisi Palestina. Kelompok Jihad Islam mengutuk pembentukan Dewan Perdamaian ini dengan menyebutnya sebagai badan yang hanya melayani kepentingan pendudukan Israel
Mereka menganggap kriteria pemilihan anggota dewan tersebut tidak merepresentasikan kedaulatan rakyat Palestina
Sementara itu, ketegangan diplomatik ini terjadi di saat komite teknokrat Palestina (NCAG) sudah mulai mengadakan pertemuan pertama mereka di Kairo, Mesir, di bawah pengawasan langsung Jared Kushner
Pertemuan ini menandai langkah awal administratif Gaza di bawah payung besar Dewan Perdamaian, meskipun penolakan dari kedua belah pihak yang bertikai masih terus membayangi
sumber: Channel News Asia